Syarat Sah Perceraian

Perceraian yang sah adalah perceraian yang dilakukan di pengadilan menurut hukum Indonesia. Mengapa harus di pengadilan, bukankah dalam hukum islam cerai bisa terjadi jika suami memutuskan thalaq? Dalam agama islam hubungan perkawinan seseorang bisa cerai dengan jatuhnya thalaq dari sang suami namun di Indonesia perceraian yang sah harus dilakukan di pengadilan karena untuk menjaga hak dan kewajiban yang timbul akibat dari perceraian itu sendiri.

Apa hak dan kewajiban setelah bercerai?

Berdasarkan Undang-undang suami dan istri yang sudah bercerai masih memiliki kewajiban dan hak untuk memelihara, mendidik, menjaga dan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Sedangkan menurut KHI atau kompliasi hukum islam yang dijadikan rujukan dalam hak perceraian oleh umat islam disebutkan bahwa seorang ayah masih memiliki hak untuk memberikan nafkah kepada anaknya sampai anak tersebut dewasa dan bisa mencari nafkah sendiri. Keputusan majelis hakim ada yang menyebutkan bahwa seorang mantan suami masih harus memberikan nafkah istri pada masa idha atau per bulannya sebagai bagian dari nafkah suami untuk anak-anaknya bila hak asuh anak ada di tangan istri.

Perceraian yang sah apabila:

  1. Orang yang sudah meninggal

Pasangan yang salah satu sudah meninggal sah bercerai dengan nama cerai mati, hal ini berlaku di universal karena kematian adalah hal yang tidak bisa dicegah kapan datangnya.

  1. Salah satu pasangan tidak hadir dalam kehidupan pernikahan selama sepuluh tahun tanpa kejelasan dan telah diikuti dengan perkawinan yang baru oleh salah satu pihak dengan ketentuan-ketentuan dalam hukum. Namun ada juga yang menyebutkan batas waktunya dua tahun tidak memberikan nafkah batin maupun lahir dan tidak adanya kepastian salah satu pihak boleh mengajukan gugatan perceraian dan akan sah di mata pengadilan perceraian tersebut.

  2. Sudah adanya putusan hakim setelah terjadi pisah rumah dan telah dalam proses pendaftar  ke putusan perceraian di kantor pencatatan sipil dengan ketentuan tertentu sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

  3. Sebab ke putusan perceraian telah diputuskan oleh pengadilan dalam arti bahwa gugatan perceraian telah diterima oleh pengadilan dan telah jatuh vonis bercerai.

Menurut agama Katolik dan Kristen tidak memungkinkan pasangan untuk bercerai dan perceraian yang sah hanya bila maut yang memisahkan namun di Indonesia perceraian di agama Katolik dan Kristen bisa dijumpai berdasarkan pasal 1 S tahun 1993 nomor 74 HOCI dan pasal 26 BW.

Perceraian yang sah bila telah terjadi ke putusan cerai dari mata agama dan dari sisi hukum. Indonesia termasuk negara dengan banyak kasus perceraian perlu mendapat perhatian. Tercatat setiap tahunnya kasus perceraian semakin meningkat, peningkatan itu bisa kita lihat di kasus pablik figure atau artis ibu kota, media yang terlalu mempablik kasus perceraian, menjadikan perceraian suatu hal yang wajar padahal jelas bagi agama islam ada hadis yang menyebutkan bahwa Allah tidak melarang perceraian namun perceraian adalah hal yang paling di benci setelah musyrik. Perceraian akan banyak menimbulkan dampak yang buruk namun jika jalan itu harus dipilih setidaknya kedua belah pihak harus sepakat berpisah, hubungan pernikahan sangat sakral berbeda dengan hanya pacaran yang jika ada masalah bisa minta putus dan cari yang baru. Dalam hubungan pernikahan dua keluarga sudah menjadi kerabat, dua individu menjadi satu dan perasaan anak tidak mau dipisahkan dengan orang tuanya.

Leave a Reply