Layanan Pengajuan Hak Asuh Anak dalam Perceraian

Perkawinan atau pernikahan adalah menyatukan dua kepribadian yang berbeda dalam satu ikatan lahir dan bathin secara hukum untuk menjalani kehidupan berkeluarga dan berumah tangga. Dalam kehidupan rumah tanggaa atau keluarga kehadiran seorang anak adalah sesuatu yang sangat dinanti – nanti. Dengan hadirnya seorang anak pula, kehidupan berumah tanggapun akan semakin berwarna dan menyenangkan. Anak adalah sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada orang tua. Anak adalah pelengkap dalam sebuah ikatan perkawinan.

Tetapi, jika terjadi sebuah konflik dan menimbulkan rasa yang tidak harmonis, maka jalan satu – satunya yang terkadang diambil oleh setiap orang tua adalah bercerai menurut hukum agama atau hukum negara. Dalam perceraian, masalah terberat jika mempunyai anak dari perkawinan tersebut adalah siapa yang akan memenangkan hak asuh anak? Terkadang pun anak juga dihadapkan dengan pilihan yang sulit apakah anak harus ikut ayahnya atau ibunya? Untuk itulah jasa layanan pengajuan hak asuh anak dalam perceraian sangat dibutuhkan. Pengacara adalah salah satu orang yang dapat mengajukan hak asuh anak.

Syarat pengajuan hak asuh anak

Semua orang berfikiran hak asuk anak dalam perceraian adalah hak yang berikan kepada orang tua. Sebenarnya pernyataan tersebut salah persepsi, hak asuh anak yang terjadi karena perceraian adalah hak anak untuk ikut salah satu orang tuanya entah ayah atau ibunya agar anak tersebut dapat dirawat dengan baik, terjamin masa depannya, dan dipelihara oleh orang tuanya. Semua orang juga berfikiran bahwa hak asuh anak sepenuhnya pasti dimenangkan oleh ibunya. Itu juga pernyataan yang tidak benar. Ada beberapa cara agar salah satu orang tunya memenangkan hak asuh anak. Seorang pengacara juga harus tahu bagaimana pengajuan hak asuh anak. Dalam hukum pengajuan hak asuh anak dapat dilakukan jika:

  • Salah satu dari kedua orang tua lalai dalam melakukan kewajibannya, misalnya seorang ayah yang tidal menafkahi anak dan istrinya, atau seorang istri yang tidak merawat anaknya dengan benar.
  • Salah satu dari kedua orang tua melakukan kekerasan atau pemganiayaan terhadap anak tersebut sehingga anak tersebut mengalami luka berat atau trauma yang berkepanjangan.
  • Salah satu dari kedua orang tua memberikan contoh yang tidak baik kepada anaknya, misalkan saja perilaku yang boros, berkata tidak baik, dan lain – lain.

Peran pengacara dalam memenangkan hak asuk anak

Hak asuh anak dalam perceraian adalah hal perkara yang susah – susah gampang. Disinilah jasa pengacara sangat penting. Pengacara dapat mengajukan hak asuh anak kepada ibunya, jika anak masih di bawah 12 (dua belas) tahun, menurut hukum anak harus diasuh oleh ibunya. Bagaimana dengan ayahnya apakah tidak bisa merawatnya jika usianya masih dibawah 12 tahun? Tentu bisa, yaitu ayah dan pengacaranya harus memberikan bukti – bukti kepada pengadilan agama bahwa ibunya tidak bisa merawat dengan benar misalnya sering memaki, mengejek, memukul atau ibunya mempunyai perilaku yang tidak benar.

Tetapi jika seorang anak berusia di atas 12 tahun, pilihan untuk ikut ayahnya atau ibunya diberikan sepenuhnya kepada anaknya. Tetapi, peran pengacara disini juga bisa membatu dengan memberikan bukti – bukti bahwa salah satu pihak tidak bisa menjami, melindungi, dan merawat kehidupan anak mereka. Jika hak asuh anak sudah diputuskan oleh hakim kepada salah satu pihak dan misalnya kedepannya salah satu pihak tidak bisa menemui anaknya, maka pihak tersebut dan pengacaranha dapat mengajuakan permohonan hak asuh anak ulang.

Leave a Reply