Hukum Hibah dan Wasiat Harus Dipenuhi Dengan Baik

Mendapatkan bantuan secara profesional untuk menyelesaikan berbagai masalah hukum memang akan sangat menguntungkan bagi anda termasuk dalam hal hukum hibah dan wasiat. Tentunya dalam hukum tersebut tidak bisa sembarangan agar lebih jelas dan tidak sampai menimbulkan pertengkaran antara saudara karena perebutan hal yang tidak jelas Sehingga dalam hal ini mengikuti aturan hukum dengan baik akan sangat membantu membuat segalanya menjadi lebih praktis untuk dilakukan.

Memahami Hukum Hibah dan Wasiat Dengan Baik

Sebelum anda akan memberikan hibah atau wasiat kepada orang yang memang akan menjadi bagian di dalamnya, tentu anda perlu memahami dengan baik hukum hibah dan wasiat. Biasanya memang ada pihak yang bisa membantu untuk membagikan dan mengatur masalah hibah dan wasiat sesuai dengan aturan yang ada. Sehingga anda hanya perlu memberikan beberapa informasi mengenai apa yang akan dihibahkan atau diwasiatkan.

Berikut beberapa hal mengenai hukum hibah dan wasiat yang perlu anda ketahui dengan baik :

  • Harus adanya surat pernyataan hibah yang ditandatangi oleh pihak-pihak yang terkait sebagai bukti pemberian hibah. Surat ini juga harus menggunakan saksi untuk bisa mengesahkannya
  • Baru bisa dikatakan sebagai hibah jika bentuknya secara fisik sudah diterima sepenuhnya oleh pihak yang diberikan hibah tersebut
  • Wasiat tidak boleh diberikan kepada ahli waris apalagi suami atau istri karena jika bagian ahli waris maka dikatakan sebagai warisan
  • Setelah diberikan hibah kepada pihak yang menerimanya maka harus dilengkapi dengan pengurusan surat kepemilikan harta hibah tersebut. Dengan pindahnya nama kepemilikan dalam surat resmi maka harta tersebut sudah bisa dikatakan sah sebagai hibah
  • Wasiat boleh saja diberikan kepada kerabat atau bahkan orang lain yang membutuhkan untuk mendapatkannya sesuai keinginan pemberi wasiat. Orang tersebut baru berhak mendapatkannya setelah pemberi wasiat sudah meninggal dunia

Mengetahui Syarat-syarat Dalam Hukum Hibah dan Wasiat

Saat anda ingin memberikan harta untuk dihibahkan atau diwasiatkan tentu harus mengikuti syarat dan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal tersebut akan mendukung sahnya hukum hibah dan wasiat yang anda lakukan. Sehingga segalanya tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus ada bukti hitam di atas putih secara jelas sesuai hukum yang berlaku.

Berikut syarat-syarat melakukan hibah dan wasiat yang harus anda penuhi terlebih dahulu :

  • Pemberi hibah harus memiliki harta yang akan diberikan benar-benar sepenuhnya
  • Benar-benar diberikan dengan rasa ikhlas dan tanpa paksaan dari pihak manapun
  • Pemindahan kepemilikan harta yang dihibahkan tidak harus menunggu pemberi hibah meninggal, tetapi bisa segera setelah harta tersebut diserahkan
  • Pewasiat harus berusia minimal 21 tahun, sehat akal dan memang sukarela mewasiatkan hartanya
  • Pemindahan kepemilikan hanya bisa dilakukan setelah pemberi wasiat sudah meninggal dunia
  • Pemberian wasiat bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan namun harus ada dua orang saksi yang berada di sana

Pemberian wasiat maupun hibah memang akan lebih baik jika ada bukti secara tertulis dan sah dengan ditandatangi oleh pihak-pihak terkait termasuk saksi. Dengan begitu akan meminimalisasi adanya kesalahpahaman di kemudian hari terhadap pihak lain yang mungkin tidak mengetahui mengenai hal tersebut. Sehingga setiap langkah yang dilakukan harus berdasarkan aturan dan dikonsultasikan dengan pihak yang memang sudah memahami mengenai hal tersebut. Untuk hukum hibah dan wasiat anda bisa menggunakan jasa yang menyediakan fasilitas tersebut agar lebih mudah tentunya.

Leave a Reply