Hibah Wasiat dan Faraid Harus Dibagikan Pada yang Sudah Ditentukan

Memiliki harta yang cukup banyak tentu tidak akan dibawa mati oleh setiap manusia di dunia, sehingga melakukan hibah wasiat dan faraid bisa menjadi pilihan untuk memberikan harta tersebut pada orang yang lebih membutuhkannya. Sehingga dengan begitu adanya hibah dan faraid akan membuat harta anda menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain. Hal tersebut pasti akan lebih baik dilakukan dibandingkan hanya menumpuk harta tanpa ada gunanya.

Melakukan Hibah Wasiat dan Faraid Sesuai Dengan Aturannya

Memberikan sebuah hibah harta pada orang yang memang berhak menerimanya memang perlu dipertimbangkan dengan baik. Pemenuhan aturannya juga tidak bisa diabaikan begitu saja karena akan mempengaruhi keabsahan dari pemberian hibah tersebut. Sehingga anda perlu memahami dengan baik berbagai hal yang harus dipertimbangkan dalam memberikan hibah wasiat dan faraid melalui pemenuhan aturan secara tepat.

Berikut syarat yang harus diperhatikan dalam memberikan hibah wasiat sesuai keingina pemberinya :

  • Salah satu jenis wasiat adalah wasiat wajibah dan yang paling berhak mendapatkannya adalah cucu hingga keturunan selanjutnya
  • Jika cucu baik perempuan maupun laki-laki memiliki agama yang berbeda dengan orang tuanya atau bahkan tersandung kasus hukum maka tidak berhak atas wasiat kakek atau neneknya
  • Memperhatikan mengenai pembagian yang tepat sesuai aturan dalam agama Islam sehingga tidak akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Apa yang diatur dalam agama sudah tentu bisa dipertanggungjawabkan selanjutnya karena sudah melalui berbagai pertimbangan matang
  • Untuk pembagian wasiat terhadap cucu maka cucu laki-laki akan mendapatkan bagian 2 cucu perempuan. Hal tersebut harus benar-benar dipertimbangkan karena memang sudah diaturkan bahwa cucu laki-laki akan mendapatkan jumlah yang lebih banyak dibandingkan cucu perempuan

Mengenai Faraid Dalam Hibah Wasiat dan Faraid yang Biasanya Dilakukan

Faraid sebenarnya adalah pembagian harta pusaka setelah kematian yang telah ditetapkan dibawah hukum Syarak atas ahli waris yang sah dan memang layak. Dalam hal ini ada tiga golongan yang memang layak untuk mendapatkan harta faraid yaitu hubungan keturunan, perkawinan dan hubungan kekeluargaan. Istri atau suami juga termasuk di dalamnya karena berada dalam hubungan perkawinan.

Dalam aturan hibah wasiat dan faraid tentu juga sudah ditentukan bagaimana aturan untuk bisa mendapatkannya dengan aturan yang tepat. Seorang anak akan mengambil harta faraid dari orang tuanya yang meninggal lebih dulu dibandingkan kakek atau neneknya maka hanya mendapatkan bagian sebesar 1/3 dari jumlah harta pusaka yang dibagikan. Jika memang dalam pembagian awal ternyata bagian yang didapatkan lebih dari 1/3 jumlah keseluruhannya maka akan lebih baik jika dikurangkan tetapi setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh kerabat yang lainnya. Sehingga segala hal yang dilakukan terhadap harta pusaka yang ditinggalkan sudah sesuai kesepakatan bersama.

Untuk pembagian harta faraid ini adalah jumlah total yang sudah dikurangi dengan berbagai biaya lainnya seperti zakat, nazar dan pembiayaan jenazah lainnya. Sehingga saat harta pusaka tersebut sudah dibagikan tidak ada lagi biaya yang masih tertunda terutama dari pihak jenazah atau pemberi warisan yang sudah meninggal. Berbagai pertimbangan bisa dilakukan bersama dengan jasa yang akan membantu anda mengatur segalanya dengan baik dan sesuai aturan yang ada. Dengan begitu akan lebih aman karena tidak sampai melanggar aturan dan memberikan solusi terbaik bersama-sama. Sehingga menggunakan jasa dalam mengatur hibah wasiat dan faraid akan sangat tepat dilakukan dan menguntungkan.

Leave a Reply