Boleh Tidak ya Bercerai dalam Kristen?

Perceraian Kristen memang bukan sesuatu yang tidak diperbolehkan. Akan tetapi siapa yang ingin bercerai dari pasangannya? Ya sebuah pernikahan memang harus diperhatikan dan dipikirkan secara matang. Tidak boleh asal memilih dan akhirnya malah merasa tidak cocok. Tapi jika ketikdakcocokan terjadi suatu hari dan perceraian tidak bisa dihindari maka anda perlu mengetahui mengenai aturan perceraian dalam agama yang anda peluk.

Pernikahan dalam Kristen

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perceraian, maka mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pernikahan. Indonesia merupakan sebuah negara Pancasila yang menghargai keberadaan beragam agama di dalamnya. Masing-masing dari agama tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai hal-hal dalam kehidupan. Salah satunya adalah mengenai pernikahan. Sebetulnya dalam semua agama pasti menganggap bahwa pernikahan merupakan salah satu hal yang sakral dan harus dijaga sebaik-baiknya. Tapi setiap agama memiliki aturan sendiri-sendiri mengenai pernikahan tersebut. Dalam Kristen, ketika pasangan sudah menikah maka mereka tidak boleh berpisah. Mengapa? Hal ini disebabkan karena apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Oleh karena itu, pasangan Kristen yang sudah menikah tidak boleh menyelesaikan hubungan mereka dengan cara perceraian Kristen. Apapun masalahnya sebuah pernikahan harus dipertahankan. Oleh karena itu, sebuah pernikahan memang harus diawali dengan kematangan kedua belah pihak mengenai pernikahan tersebut. Sebisa mungkin hindari emosi yang berlebihan saat memutuskan akan menikah. Emosi sesaat saat memutuskan untuk menikah dapat menjadi salah satu hal yang kurang baik dikemudian hari. Jadi pada intinya, pernikahan dalam Kristen memang tidak boleh dibatalkan atau diceraikan dalam kondisi apapun.

Perceraian dalam Kristen

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perceraian Kristen memang bukan merupakan hal yang boleh dilakukan. Hal ini berlaku untuk mereka yang terlalu cepat mengambil keputusan sehingga sering terjadi cek cok. Sebuah pernikahan merupakan sebuah hal yang digunakan untuk menyatukan 2 kepala dan 2 hati, oleh karena itu terjadi cek cok dalam sebuah pernikahan memang bukan hal yang baru. Hal ini tidak bisa dijadikan landasan untuk melakukan perceraian Kristen karena hal ini bukan merupakan hal yang hanya terjadi pada satu pasangan saja. Setiap pasangan menikah pasti mengalami masalah ini. Berbeda urusannya jika salah satu dari pasangan berselingkuh. Perselingkuhan merupakan salah satu hal yang bisa dijadikan landasan ketika pasangan ingin melakukan perceraian dalam Kristen. Perselingkuhan yang dibumbui dengan perzinaan merupakan salah satu hal berat dalam perkara pernikahan. Ketika salah satu dari pasangan melakukan perzinaan, maka pasangannya memiliki hak untuk menuntut perceraian Kristen.

Perzinaan merupakan salah satu hal yang berbahaya dalam sebuah pernikahan. Meski begitu ketika pasangan anda berzina dengan orang lain maka perceraian bukan menjadi satu-satunya untuk menyelesaikannya. Ketika pasangan bunda atau ayah melakukan perzinaan, maka masih ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini yaitu dengan pengampunan. Pengampunan dari salah satu pihak bisa menjadi penyelesaian dalam sebuah kasus perzinaan dalam rumah tangga. Akan tetapi jika ayah atau bunda tidak bisa mengampuni pasangan yang telah melakukan perzinaan, maka perceraian Kristen mungkin tidak bisa dihindari.

Bagi anda para pasangan yang sudah memiliki tekad yang bulat untuk melakukan perceraian, anda bisa mencari jasa pengacara perceraian yang mampu menangani masalah perceraian anda dengan bijaksana. Pastikan anda bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu sehingga tidak membuat keputusan perceraian Kristen yang prematur. Hal ini disebabkan karena korban dari perceraian yang sesungguhnya bukan anda tapi anak-anak anda.

Leave a Reply