Arti dan Makna Perceraian Berdasarkan Agama Katolik

Arti Perceraian dalam agama Katolik

Perceraian katolik merupakan tindakan yang sebenarnya dilarang oleh agama Katolik, karena sudah di tuliskan pada kitab suci (Mat 19:3-6) bawah Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, maka suatu saat seorang laki-laki akan meninggalkan kedua orang tua dan bersatu dengan istrinya, sehingga menjadi satu daging. Maka mereka menjadi satu dan apa yang sudah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Dengan berdasarkan ajaran yang dituliskan pada kitab suci maka perkawinan menyangkut dua orang yang dibaptis secara Katolik, atau dibaptis Protestan, atau baptis Orthodox merupakan suatu sakramen. Ikatan perkawinan yang tak terceraikan dinyatakan dalam Janji pernikahan yang di ikrarkan oleh kedua pasangan.

Janji perkawinan yang sudah di ikrarkan dihadapan publik maka artinya hidup berkeluarga akan dijalani hingga maut yang memisahkan. Namun ada beberapa keluarga Katolik yang membutuhkan untuk mengakhiri hubungan hidup rumah tangga. Gereja dengan tulus akan membantu setiap orang yang mengalami penderitaan sehingga memutuskan untuk bercerai. Seseorang yang ingin bercerai dengan pasangan hidupnya dapat memohon langsung kepada pihak Gereja dan akan ditinjau kembali hubungan berkeluarga.

Jika Gereja menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan pada saat proses perkawinan maka perceraian atau pembatalan perkawinan dapat diberikan. Surat pernyataan pembatalan perkawinan akan memaklumi bahwa salah satu pihak atau keduanya tidak dapat menjalankan kesepakatan yang sepenuhnya serta suka rela dan juga karena tidak ada ikatan sakramen yang tidak terceraikan.

Pihak Gereja akan dengan cermat meneliti dan memeriksa keadaan suatu pasangan pada saat menjalin hidup berkeluarga, hal ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya pasangan yang ingin membatalkan perkawinan. Gereja akan melihat dari usia, tingkat kedewasaan, menggunakan obat-obatan atau hal lainnya.

Selain itu Gereja akan mencari tahu adanya keterbukaan satu sama lain atau tidak, pernah terjadi perselingkuhan dalam hubungan, adakah kekerasan yang dialami salah satu pihak dan masalah lainnya. Dalam menyelidiki kasus ini, Gereja juga akan memikirkan dampaknya terhadap salah satu pihak maupun keduanya. Pengadilan juga akan menghubungi saksi-saksi yang dekat dan mengenal jauh pasangan selama dari pacaran hingga hidup berkeluarga. Pada dasarnya Pengadilan akan mencari jalan supaya mampu bersikap adil.

Proses untuk mendapat Pembatalan Perkawinan

Dalam upaya untuk melalui proses perceraian katolik bukanlah suatu hal yang mudah. Ada beberapa yang perlu dilakukan, antara lain :

  • Datang menemui pastor gereja paroki anda
  • Buat dokumentasi yang diperlukan untuk proses selanjutnya atau tindakan menuju pengadilan gereja
  • Nantinya pastor paroki akan menilai dan meninjau apakah alasannya cukup untuk bisa menerima atau membawa kasus yang di alami lanjut ke pengadilan gereja

Proses untuk mendapatkan pembatalan perceraian membutuhkan waktu yang lama sekitar dua belas bulan bahkan lebih. Namun demikian proses tersebut akan mendatangkan penyembuhan bagi salah satu pihak yang menderita. Dan jika memang di kabulkan maka dengan adanya pernyataan pembatalan perkawinan maka seseorang memiliki kebebasan untuk masuk ke suatu perkawinan yang baru.

Pembatalan perkawinan merupakan sebuah pernyataan bahwa perjanjian perkawinan yang pernah di ikrarkan dianggap tidak ada sejak awal maka dari itu kedua belah pihak bebas untuk menjalin hubungan rumah tangga yang baru dengan orang lain.

Jika seorang Katolik yang menikah lagi namun tanpa surat atau pernyataan pembatalan perkawinan maka akan dianggap suatu tindakan perzinaan. Sebab pada dasarnya pernikahan Katolik dilakukan sekali dalam seumur hidup. Perkawinan kedua tanpa pernyataan pembatalan perkawinan akan menempatkan seseorang ke dalam dosa berat serta menjauhkan diri dari komuni kudus. Maka diperlukan pernyataan pembatalan perkawinan untuk dianggap sah sudah mengikuti prosedur dalamperceraian katolik.

Leave a Reply