5 Faktor Utama yang Menyebabkan Terjadinya Perceraian

Perceraian menjadi satu kata yang memiliki nilai negatif. Satu kata tersebut memberikan dampak yang membuat keutuhan rumah tangga terganggu. Ketika perceraian terjadi, maka tidak jarang perebutan hak asuh anak menjadi masalah. Baik suami maupun istri sama-sama merasa berhak untuk merawat anak mereka. Tidak hanya itu, perebutan harta seperti rumah, kendaraan pribadi, aset yang bernilai juga menjadi perebutan tidak terhindarkan. Termasuk perebutan harta waris tidak ketinggalan menjadi perebutan di dalam sidang perceraian. Lalu apa saja faktor utama yang menyebabkan Perceraian Suami Istri terjadi? Inilah kelima faktor utama yang dapat Anda simak.

Ketidak-setiaan Suami atau Istri terhadap Pasangan

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perceraian adalah ketidak-setiaan suami atau istri terhadap pasangannya. Ketika pihak suami atau istri mendapati pasangannya menyukai orang lain, maka perceraian akan terjadi. Umumnya, faktor ketidak-setiaan ini dilakukan oleh pihak suami. Dari hasil penelitian diketahui pria lebih rentan melakukan selingkuh dengan persentase 25%. Meskipun istri juga memiliki kemungkinan untuk berselingkuh dengan persentase yang lebih kecil. Ketidak-setiaan pasangan juga membawa dampak hubungan yang tidak harmonis dan menimbulkan pertengkaran di dalam rumah tangga sehingga perceraian pun terjadi.

Finansial Mengalami Ketidak-stabilan

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perceraian adalah finansial keluarga yang tidak stabil. Ketika kepala keluarga mengalami masalah dalam mencukupi nafkah keluarga, baik itu secara lahir maupun batin, maka akan menimbulkan permasalahan. Apalagi menjadi ketimpangan yang nyata ketika finansial istri lebih besar dibanding suami. Permasalahan finansial akan menjurus pada keributan yang membuat suami dan istri memutuskan untuk bercerai.

Kesulitan Mendapatkan Keturunan

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perceraian adalah kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Ketika istri tidak kunjung hamil, biasanya rumah tangga mulai mengalami gangguan. Ketika istri atau suami diketahui mandul, menjadi hal yang sensitif dibahas dalam rumah tangga sehingga membuat kasus Perceraian Suami Istri tidak terelakkan terjadi.

Prinsip yang Tidak Sejalan antara Suami dan Istri

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perceraian adalah prinsip yang tidak sejalan antara suami dan istri. Faktor utama ini paling sering terdengar pada pasangan suami dan istri artis di Indonesia. Lalu apa sebenarnya perbedaan prinsip yang dipermasalahkan? Beberapa suami dan istri tidak sejalan antara karir. Ketika istri ingin bekerja dan suami tidak mengijinkan, maka dapat dikatakan prinsip sudah tidak sejalan. Ketika suami dan istri tidak sejalan dalam mendidik anak, maka timbul keinginan dari salah satu pihak untuk bercerai.

Timbulnya Kekerasan dalam Rumah Tangga

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perceraian adalah timbul kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan yang dimaksud dapat berupa perbuatan fisik maupun lisan yang terucap. Kekerasan dalam rumah tangga ini dapat dilakukan oleh suami kepada istri. Maupun kekerasan istri terhadap suami. Tidak jarang kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena salah satu pasangan merasa tidak nyaman hidup dalam satu atap. Sehingga pelampiasan yang dipilih adalah dengan melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Kelima faktor utama yang sudah disebutkan di atas menjadi ilmu wajib dipahami oleh pengacara Perceraian Suami Istri. Sehingga ketika suami atau istri menggugat cerai, sebaiknya tidak gegabah dalam memilih pengacara. Jika memang rumah tangga mengalami masalah dan timbul niat untuk bercerai, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada pengacara perceraian. Pengacara perceraian lebih memahami faktor-faktor utama yang terjadi di dalam rumah tangga. Sehingga bagi Anda yang merasa ingin bercerai agar segera terlepas dari permasalah rumah tangga, dapat dicarikan jalan keluar terbaik oleh pihak pengacara perceraian.

Leave a Reply